Home » , , , , » Menyoal Linierisasi Akademik Bagi Guru Besertifikat Pendidik

Menyoal Linierisasi Akademik Bagi Guru Besertifikat Pendidik

Saat ini sedang berkembangnya kegalauan di kalangan guru , utamanya guru disekolah dasar menyangkut nasib keberlangsungannya hak tunjangan profesi mereka yang sudah memiliki sertifikat tenaga pendidik profesional.Sumber kegaulauan berkembang dari terbitnya Permendikbud nomor 62 tahun 2013 tentang sertifikasi Guru dalam jabatan dalam rangka penataan dan pemerataan.

Wacana yang berkembang dan kemudian menjadi sumber kegalauan para guru adalah mereka yang sudah mendapatkan tujangan profesi ( sertifikasi ) akan distop tunjangannya pada akhir 2015 jika kompetensi akademiknya tidak linier dengan dengan sertifikat profesionalnya yang dimilikinya . Seperti guru berkompetensi Akademik S.1 Pendidikan Agama Islam yang mengajar Guru Kelas di SD kemudian bersertifikat profesi sebagai guru kelas , maka harus kuliah untuk mendapatkan kompetensi akademiknya yang linier dengan guru kelas SD , yaitu Program Studi  PGSD, Psikologi, Ipa/IPS, Matematika, Kimia, B.Indoensia, Fisika, Kimia, Pkn, Biologi, Geografi dan Ekonomi. Otomatis para guru galau khususnya mereka yang bergelar S.Pd.I atau S.Ag yang bertugas sebagai Guru Kelas'

Pertanyaannya adalah " Apakah wacana tersebut benar sehingga para guru yang berkompetensi akademiknya tidak linier dengan sertifikat profesionalnya layak galau ?"
Menyoal Linierisasi Akademik Bagi Guru Besertifikat Pendidik

Agar kegalauan tidak meningkat spektrumnya menjadi keresahan ,maka ada baiknya kita kaji terlebih dahulu sumber kegaluannya yaitu permendikbud nomor 62 tahun 2013.Peremndikbud tersebut diterbitkan untuk penataan dan pemerataan guru sebagai akibat dari 3 faktor yaitu 
  1. Guru yang di mutasi akibat peraturan bersama 5 menteri tentang pemerataan guru
  2. Guru yang di muatsi akibat implikasi penerapan kurikulum 2013 
  3. Dan guru yang mutasi akibat mengajukan mutasi atau dijaukan mutasi oleh kepala sekolah.

Guru yang demikian dalam permendikbud nomor 62 tahun 2013 disebut dengan pemindahan guru dalam jabatan .Kata kunci dalam permendikbud tersebut adalah " PEMINDAHAN GURU ATAU GURU YANG DI PINDAHKAN ", baik pemindahan antar satuan pendidikan ( Dari SD Ke SD atau dari SMP ke SMP ) Atau pemindahan antar jenjnag pendidikan ( dari SDke SMP atau dari SMP ke SMA ) atau pemindahan antar jenis pendidikan ( dari mengajar guru kelas menjadi guru PJOK atau dari guru matematika menjadi guru biologi )atau pemindahan antar kota/kabupaten dan pemindahan antar Provinsi.

Untuk guru yang mengalami pemindahan sebagimana tersebut diatas maka ditempat tugas yang baru harus sesuai dengan latar belakang sertifikasinya atau latar belakang kompetensinya ,Misalkan Guru Kelas A mutasi Ke Kelas B maka di SD B ( Sekolah yang baru ) harus mengajar guru kelas lagi. 

Coba kita simak pasal peralihan dalam Permendikbud nomor 62 tahun 2013 , yaitu " guru dalam jabatan yang di pinadahkan pada bidang tugas yang tidak sesuai dengan sertifikat yang di milikinya tetpai mengampuh beban kerja sedikit nya 24 jam tatap muka perminggu berhak mendapatkan tunjangan profesi untuk selama jangka waktu  2 tahun sejak pindah tugas menagjar pada bidang tugas yang baru "

dalam pedoman sertifikasi guru dalam jabatan tahun 2014 , terdapat empat pola penetuna bidang studi atau bidang tugas dalam sertifikasi :
  1. Sessuai dengan program studi S.1 atau linier dengan kualifikasi akademiknya 
  2. Apabila kualifikasi akademiknya s.1 nya tidak linier maka dapat menggunakan ijazah D.III
  3. Apabila kualifikasi S.1 dan D.III tidak linier , maka guru dapat menetapkan bidang studi atau bidang tugas yang akan diajukan sertifikasinya dengan mata pelajaran atau rumpun pelajaran atau satuan pendidikan yng telah dimapunya selama 5 tahun berturut - turut.
Jadi acuan dalam keberlangsunganpembayarn tunjangan profesi ( Sertifikasi ) berpatokan pada sertifikat profesional yang di miliki guru dalam jabatan bukan pada kualifikasi akademik ( ijazah ). Karena ketika seorang guru telah dinyatakan profesional oleh LPMP dibuktikan dengan dengan penerbitan sertifikat pendidik maka sesungguhnya guru tersebut sudah mendapatkan haknya untuk menerima tunjangan profesi sebagai guru profesional, Kecuali jika guru tersebut mengalami pemindahan dan mengampuh biang tugas yang tidak sesuai dengan latar belakang sertifikasinya maka dia harus harus mengikuti sertifikasi yang ke dua .





Download File Aplikasi Administrasi Guru Lengkap :

    Demikian Informasinya tentang Menyoal Linierisasi Akademik Bagi Guru Besertifikat Pendidik, Admin berharap , semua postingan yang kami sajikan ini bisa memperkaya wawasan sekaligus menjadi inspirasi bagi bapak/ibu dalam menjalakan tugas mulianya. diiringi do'a yang tuluss agar semua pembaca blog ini senantiasa di berikan kemudahan dalam melanjutkan pengabdiannya demi tercapainya cita-cita untuk mencerdaskan anak-anak bangsa "



    Semoga dengan adanya file Tentang yang Admin Berkas Download Guru dan jenis berkas file lainnya, yang berhubungan dengan Guru dan Pendidikan, Sertifikasi, tunjangan, tunjangan Guru, tunjangan Sertifikasi Guru yang admin berkas download guru Share di atas bisa membantu dan memenuhi Semua Kelengakapan Administrasinya di Sekolah.

    0 komentar:

    Post a Comment